#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

LAPORAN

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI


Disusun oleh :

Nama : Poberson Naibaho

NPM : 230110090074

Kelompok 5

Perikanan B

 

 


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2010

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam melakukan kegiatan yang berada di dalam laboratorium sebelumnya diharuskan mengenal dan mengerti apa saja fungsi dan kegunaan dari alat-alat laboratorium. Setiap alat yang digunagan memiliki fungsi yang berbeda-beda, dan juga ada yang harus memperlakukannya secara hati-hati. Pada saat sekarang ini ,dengan berkembangnnya ilmu pengetahuan, maka semakin tinggi pula rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang terdapat di alam sampai pada mikrooorganisme yang tak dapat di lihat dengan mata telanjang/berukuran kecil. Dari hal inilah muncul ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mikroorganisme tersebut yang disebut dengan mikrobiologi.

Para peniliti mulai mencari tahu akan apa yang terkandung pada mikroorganisme tersebut. Dalam bidang penelitian mikroorganisme ini, tentunya menggunakan teknik atau cara- cara khusus untuk mempelajarinya serta untuk bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, tentu diperlukan pula pengenalan akan alat-alat laboratorium mikrobiologi serta teknik / cara penggunaan alat-alat yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Hal ini dilakukan untuk memudahkan berlangsungkan suatu penelitian.

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman serta bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula pengetahuan tentang cara- cara / teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat- alat yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi memiliki teknik sterilisasi yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan serta fungsi dan prinsip kerja setiap alat laboratorium mikrobiologi.Selain itu pula untuk mengetahui teknik sterilisasi dari alat-alat tersebut.

1.2. Tujuan Praktikum

  1. Untuk mengetahui beberapa alat laboratorium beserta fungsi dan cara kerjanya.
  2. Untuk mengetahui teknik penyiapan serta penggunaan alat- alat tersebut dengan baik.
  3. Praktikum ini bertujuan meningkatkan pengetahuan penggunaan mikroskop atau kaca pembesar untuk mengamati mikroba.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.    Mikroskop


Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).

Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:

  • Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
  • Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya

Bagian-bagian Mikroskop :

  • Lensa Okuler
  • Tabung Mikroskop
  • Tombol pengatur fokus kasar
  • Tombol pengatur fokus halus
  • Revolver
  • Lensa Objektif
  • Lengan Mikroskop
  • Meja Preparat
  • Penjepit Objek Glass
  • Kondensor
  • Diafragma
  • Reflektor/cermin
  • Kaki Mikroskop

2.1 Kaca Pembesar


Kaca pembesar atau Lup adalah lensa cembung, digunakan untuk mengamati benda-benda kecil agar lebih besar dan jelas. Syarat agar suatu benda dapat diamati secara jelas dengan memakai lup:

S £ f s = f (untuk pengamatan tidak berakomodasi)
s < f (untuk pengamatan berakomodasi maksimum)

Pembesaran sudut lup (   ):

  Lup pp/f (tidak berakomodasi)
PP = 25 cm (mata normal)
pp/f + 1 (berakomodasi maksimum)

Lup berfungsi untuk melihat benda-benda yang kecil yang susah dilihat dengan mata telanjang. Dalam kehidupan sehari-hari kaca pembesar ini banyak digunakan oleh tukang arloji (service) untuk melihat komponen dalam arloji saat melakukan perbaikan. Untuk melihat organisme kecil dalam praktikum biologi.

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum

  • Waktu pelaksanaan praktikum :
  • Tempat pelaksanaan praktikum : Laboratorium THP

3.2. Alat dan Bahan

- Mikroskop

- Kaca pembesar

- Petri disk

3.3. Prosedur Kerja

Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah :

- Siapkan mikroskop atau kaca pembesar

- Ambil petri disk. Letakkan dalam posisi terbalik

- Amati bagian pinggir (tepi) koloni dengan menggunakan mikroskop

- Amati elevasi permukaan mikroba menggunakan kaca pembesar

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Oleh karena itu , hasil yang didapat dengan menggunakan kaca pembesar adalah :

Margin koloni bakteri

-          Convex

-          Pulvinate

-          Umbonate

Hasil yang didapatkan dengan menggunakan mikroskop adalah :



BAB V

KESIMPULAN

5.1.    Kesimpulan

Dalam menentukan pola dengan menggunakan kaca pembesar cukuplah sulit dikarenakan beberapa faktor , antara lain :

  1. Petridish yang sukar untuk dilihat .
  2. Menumpuknya koloni mikroba pada tepi petridish .
  3. Sulitnya menentukan margin koloni bakteri karena bentuk dan koloni mikroba terlalu banyak.
  4. Kurangnya cahaya yang dapat mengoptimalkan pandangan .
  5. Sulitnya mengetahui sudut elevasi yang tepat untuk melihat bentuk koloni bakteri

Penggunaan kaca pembesar dalam menglihat mikroba , hanya dapat melihat hingga batas margin koloni bakteri . sedangkan mikroskop lebih detail lagi dalam proses melihat mikroba karena dengan mikroskop kita dapat melihat permukaan mikroba .

About these ads

Comments on: "Laporan Praktikum Mikrobiologi 1 (mikroskop dan luv)" (2)

  1. Sinta Erna Sari said:

    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers

%d bloggers like this: