#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

BIOLOGI PERIKANAN

IKAN MAS ( Cyprinus Carpio)

 

 

Laporan Praktikum

 

Oleh :

Poberson Naibaho      230110090074

Raisa Ramadhania    230110097028

 


 

UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN

2011

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Biologi perikanan merupakan ilmu biologi yang mempelajari tentang tingkah laku ikan dan kebiasaan hidupnya dalam suatu populasi.

Biologi perikanan terbagi atas dua cabang ilmu yaitu :

a)      Ilmu yang mempelajari pengetahuan alam dari ikan dari populasi itu makan,berpijah dan tumbuh.

b)      Ilmu yang mempelajari dinamika populasi ikan tersebut.

Biologi perikanan bertujuan untuk memelihara keseimbangan populasi ikan di suatu perairan.  Pendekatan didalam penelitian biologi perikanan adalah secara kuantitatif, perlakuannya bukan hanya ditujukan untuk individu saja tetapi kepada sekelompok individu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penelitian biologi perikanan adalah :

a)      Keadaan hydrografi perairan.

b)      Ikannya.

c)      Alat dan teknik penangkapannya.

d)      Selektifitas alat penangkapan.

e)      Memelihara catatan dan specimen.

1.2 Tujuan Praktikum.

Praktikum biologi perikanan ini memiliki tujuan sebagai berikut :

a)      Mengetahui tingkat pertumbuhan ikan.

b)      Mengetahui tingkat kematangan gonad ikan.

c)      Mengetahui indeks kematangan gonad ikan.

d)      Mengetahui food and feeding habits ikan.

e)      Mengetahui fekuenditas ikan.

1.3 Kegunaan Praktikum.

Praktikum ini berguna untuk mengetahui biologi dari ikan mas (Cyprinus carpio), seperti pertumbuhannya, cara dan kebiasaan makannya serta habitat dan kebiasaan memijah.

1.4 Waktu Dan Tempat Praktikum.

Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium Akuakultur di gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Tanggal 16 Maret 2011.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Umum.

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Berikut ini adalah beberapa diantaranya :

a)      Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1.

b)      Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.

c)      Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.

d)      Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relative panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.

e)      Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi.

Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:

Kelas               : Osteichthyes

Anak kelas       : Actinopterygii

Bangsa             : Cypriniformes

Suku                : Cyprinidae

Marga              : Cyprinus

Jenis                 : Cyprinus carpio L.

2.2 Pertumbuhan Ikan.

Pertumbuhan pada ikan dapat diartikan sebagai pertambahan berat, panjang dan ukuran ikan, seiring dengan pertambahan umur ikan. Pertumbuhan pada ikan dapat dipengaruhi oleh betbagai macam factor seperti :

  • Suhu.
  • Kualitas air.
  • Jenis dan ukuran pakan.
  • Ketersediaan pakan
  • Kepadatan populasi ikan.
  • Kelarutan oksigen.

Pertumbuhan pada ikan dapat diketahui melalui penghitungan panjang dan berat pada ikan yang kemudian dikorelasikan.

a.  Pengukuran Panjang.

Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran system metric dengan satuan panjang millimeter. Ada dua ukuran panjang yang diukur yaitu total length dan standard length

  • Total length ( Panjang Total )

Adalah panjang ikan yang diukur dari mulai ujung terdepan bagian kepala sampai ujung terakhir bagian ekornya.

  • Standard Length ( Panjang Standard )

Adalah panjang ikan yang diukur dari mulai ujung terdepan bagian kepala sampai ujung terakhir tulang ekornya.

b. Pengukuran Berat.

Pengukuran berat dilakukan dengan cara menimbang berat ikan menggunakan alat timbangan, satuan yang digunakan adalah gram. Alat timbang yang dilakukan sebaiknya memiliki ketelitian yang baik dan mampu menunjukan hasil timbangan secara langsung. Penimbangan ikan sebaiknya dilakukan oleh dua orang, dimana yang satu menimbang dan yang satu lagi mencatat hasil timbangan.

c. Menghitung Hubungan Panjang Dan Berat.

Hubungan panjang dan berat dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Log W = log a + b log L


Keterangan : W = Berat

L = Panjang

a  = Konstanta

b  = Konstanta

2.3 Perkembangan Gonad.

2.3.1 Tingkat Kematangan Gonad.

Tingkat kematangan gonad adalah tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan setelah ikan itu memijah. Penentuan tingkat kematangan gonad pada ikan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penelitian mikroskofik dengan mengamati pertumbuhan sel – sel gonad dan penentuan berdasarkan keadaan dan ukuran gonad.

Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad dapat dilihat dari beberapa parameter sebagai berikut :

BETINA JANTAN
Bentuk ovarium Bentuk testes
Besar Kecilnya Ovarium Besar Kecilnya testes
Pengisian ovarium dalam rongga tubuh Pengisian testes dalam rongga tubuh
Warna ovarium Warna testes
Halus tidaknya ovarium Keluar tidaknya cairan dari testes
Ukuran telur dalam ovarium.
Kejelasan bentuk dan warna telur.
Ukuran garis tengah telur

Sedangkan untuk menentukan tingkat kematangan gonad parameter yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. TKG Pada Jantan.

  • Belia.

Tempat mani bening seperti cuka, tidak berwarna keabuan.

  • Belia Berkembang.

Tempat air mani keruh, tembus cahaya, merah, keabuan dan kecil.

  • Perkembangan I.

Tempat mani tidak tembus cahaya, kemerahan, kaya permbuluh darah.

  • Perkembangan II.

Tempat mani putih hingga putih kemerahan dan puncak pembentukan mani.

  • Berentang.

Tempat mani tidak tembus cahaya, jika ditekan akan keluar testes yang liat dan air mani telah bsempurna.

  • Matang sipa pijah.

Tempat mani tidak tembus cahaya, berwarna putih,jika ditekan mengalir seperti susu, terjadi puncak tingkatan masak air mani.

  • Setengah Terpijah.

Tempat mani tidak tembus cahaya, berwarna sedikit kemerahan kalau ditekan air maninnya akan keluar.

  • Terpijah.

Tempat air mani merah tua hingga abu – abu kemerahan, tidak ada air mani lagi, kaya pembuluh darah, lambat laun kembaqli seperti pada tingkat belia.

b. TKG Pada Betina.

  • Dara.

Ovarium sangat kecil dan terletak dibawah tulang punggung, tidak berwarna sampai abu – abu transparan, butir – butir telur tidak terlihat dengan mata biasa.

  • Dara Berkembang.

Ovarium jernih sampai abu – abu kemerahan, butir telur dapat terlihat menggunakan kaca pembesar.

  • Perkembangan I.

Ovarium berbentuk bulat telur, warna kemerahan, butir – butir telur mirip serbuk putih.

  • Perkembangan II.

Ovarium berwarna orange kemerahan.

  • Bunting.

Ovarium mengisi penuh ruangan rongga bawah, telur bulat dan jernih.

  • Mijah.

Telur keluar jika ditekan perutnya, kebanyakan telur jernih.

  • Mijah Salin.

Ovarium belum kosong sama sekali

  • Mijah Salin.

Ovarium kosong sama sekali

  • Pulih Salin.

Ovarium jernih sampai abu – abu kemerahan.

2.3.2 Indeks Kematangan Gonad.

Indeks Kematangan Gonad, adalah suatu nilai dalam persen sebagai hasil dari perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan termasuk gonad dikalikan 100%. Indeks Kematangan Gonad, juga biasa disebut Maturity, untuk menghuitungnya digunakan rumus sebagai berikut :

IKG = Bg : Bt x 100%

Dimana : IKG = Indeks Kematangan Gonad.

Bg   = Berat gonad dalam gram

Bt    = Berat tubuh dalam gram

2.3.3 Fekuenditas.

Fekuenditas, adalah jumlah telur masak sebelum dikeluarkan pada saat ikan memijah. Untuk meneliti fekuenditas dilakukan beberapa langkah yaitu :

a. Mengambil Telur.

Telur dapat diambil dengan cara distriping atau melakukan pembedahan pada ikan.

b. Mengawetkan Telur.

Telur dapat diawetkan dengan menggunakan beberapa larutan seperti :

  • Larutan formalin.
  • Larutan Gilson
  • Cara pendinginan.

d.  Menghitung Telur.

Dalam menghitung telur ada banyak cara yang dapat dilakukan seperti cara menghitung langsung, cara volumetric, cara gavrimetrik,cara gabungan dari menghitung langsung, volumetric, gravimetric. Dan terakhir adalah metoda van bayer.

2.4 Food And Feeding Habits.

Food And Feeding Habits, dipelajari dengan tujuan mengetahui nilaqi gizi dari suatu pakan dan untuk mengetahui hubungan ekologi diantara organism dalam perairan. Food And Feeding Habits, diketahui dengan cara melihat isi dari saluran pencernaan ikan. Ada beberapa metoda yang digunakan untuk mempelajari Food And Feeding Habits,

a. Metode Jumlah.

Dilakukan dengan cara memisahkan semua benda yang ada didalam saluran pencernaan berdasarkan species masing – masing.

b. Metode Frekuensi Kejadian.

Hampir sama dengan cara pada metode jumlah, tetapi hasilnya dinyatakan dalam persen.

c. Metode Perkiraan Tumpukan Dalam Persen.

Pada metode ini dilakukan dengan cara mengukur isi alat pencernaan. Kemudian isi tersebut diencerkan dengan pengisian air sampai 10 kali, hasil pengenceran diamati dibawah mikroskop. Lalu kita dapat menentukan Food And Feeding Habits ikan dari banyaknya jenis makanan yang terlihat dibawah mikroskop.

d. Metode Volumetrik.

Metode ini dilakukan dengan cara mongering udarakan isi dari saluran pencernaan kemudian setelah dikeringkan isi dari saluran pencernaan masing – masing dipisahkan sesuai dengan jenisnya.

e. Metode Gravimetrik.

Pada dasarnya metode ini sama dengan metode volumetric hanya saja isi dari saluran pencernaan dkiukur berdasarkan beratnya.

2.5 Habitat Ikan

Ikan Mas merupakan ikan yang hidup di air tawar, memijah dengan kebiasaan poliandri telurnya bersifat menempel pada substrat. Untuk kelangsungan hidupnya ada beberapa syarat lokasi yang harus dipenuhi jika ikan mas akan dibudidayakan diantaranya adalah :

a)      Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.

b)      Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.

c)      Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.

d)      Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.

e)      Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m3.

f)        Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.

g)      Suhu air yang baik berkisar antara 20-25 derajat C

III. PROSEDUR PRAKTIKUM

2.1 Alat Dan Bahan.

a. Alat

a)      Mistar

b)      Timbangan analog

c)      Timbangan analitik

d)      Cawan petri

e) Cover glass

f)        Mikroskop.

g) Disceting kit.

b. Bahan

a)      Ikan mas ukuran sedang.

b)      Air untuk pengenceran.

2.2 Prosedur Kerja

2.1 Tingkat Pertumbuhan Ikan.

  • Timbang berat tubuh ikan menggunakan timbangan analog, kemudian catat hasilnya.
  • Ukur total length dan Standar Length ikan menggunakan mistar dalam satuan millimeter dan catat hasilnya.
  • Hitung korelasinya

2.2 Tingkat Kematangan Gonad.

  • Perhatikan jenis kelamin ikan.
  • Bedah ikan.
  • Ambil gonadnya
  • Perhatikan gonad ikan.
  • Tentukan kematangan gonad ikan dengan membandingkan gonad dengan parameter pada literature yang diberikan.

2.3 Indeks Kematangan Gonad.

  • Timbang gonad.
  • Untuk mengetahui IKG masukan nilai berat gonad dan berat tubuh ikan dalam rumus

IKG = Bg : Bt x 100%

Dimana : IKG = Indeks Kematangan Gonad.

Bg   = Berat gonad dalam gram

Bt    = Berat tubuh dalam gram

2.4 Food And Feeding Habits.

  • Bedah ikan.
  • Ambil usus ikan dan hitung panjangnya.
  • Potong usus pada bagian terdepannya atau pada bagian lambung.
  • Keluarkan isi dari potongan usus tersebut.
  • Masukan dalam cawan petri kemudian encerkan dan diaduk hingga rata.
  • Ambil sebagian letakan dalam cover glass.
  • Amati dibawah mikroskop.
  • Pilihlah organism sejenis kedalam tumpukan – tumpukan.
  • Tunpukan terebut dinyatakan dalam persen.

2.5 Fekuenditas.

Tidak dilakukan prosedur kerja pada fekuenditas untuk kelompok kami karena ikan yang didapat berjenis kelamin jantan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Praktikum.

a. Data Kelompok

  • Pertumbuhan

SL : 145 mm

TL : 180 mm

Berat : 110 gram

  • Tingkat Kematangan Gonad

Berdasarkan ciri – ciri yang dibandingkan dengan literatur yang telah disediakan maka tingkat kematangan gonad ikan berada pada Perkembangan II.

  • Indeks Kematangan Gonad.

IKG = Bg : Bt x 100%

= 9 : 110 x 100%

= 8.18 %

  • Food And Feeding Habits.

Panjang usus                   = 30 cm

Panjang lambung palsu = 8 cm

Food And Feeding Habits.
Fitoplankton Zooplankton Bagian tumbuhan Bagian hewan. Detritus. Ikan. Serangga.
10 % 30 % 60 % - - - -
  • Fekuenditas.

Tidak didapat data mengenai fekuenditas karena kelompok kami mendapatkan ikan berjenis kelamin jantan.

b. Data Kelas

4.2 Pembahasan

  • Jenis Kelamin

  • TKG

Betina ( ♀ )

Jantan ( ♂ )

  • IKG

Betina ( ♀ ) = 1.08% s/d 20%

Jantan ( ♂ ) = 2% s/d 15.8%

  • Diameter Telur

Tidak ada telur, karena tidak ada ikan yang menghasilkan telur.

  • Metoda Kolerasi Panjang Berat :
No. Ikan L Log L W Log W Log L . Log W (Log L)²
1 138 2,14 95 1,98 4,23 4,58
2 137 2,14 80 1,90 4,07 4,57
3 145 2,16 110 2,04 4,41 4,67
4 155 2,19 120 2,08 4,55 4,80
5 130 2,11 93 1,97 4,16 4,47
6 150 2,18 150 2,18 4,74 4,74
7 146 2,16 93 1,97 4,26 4,68
8 140 2,15 105 2,02 4,34 4,61
9 180 2,26 150 2,18 4,91 5,09
10 155 2,19 130 2,11 4,63 4,80
11 150 2,18 120 2,08 4,52 4,74
12 129 2,11 100 2,00 4,22 4,45
13 160 2,20 112 2,05 4,52 4,86
14 136 2,13 100 2,00 4,27 4,55
15 160 2,20 110 2,04 4,50 4,86
16 165 2,22 144 2,16 4,79 4,92
17 130 2,11 95 1,98 4,18 4,47
18 163 2,21 161 2,21 4,88 4,89
19 157 2,20 121 2,08 4,57 4,82
20 183 2,26 135 2,13 4,82 5,12
21 140 2,15 131 2,12 4,54 4,61
22 155 2,19 111 2,05 4,48 4,80
23 150 2,18 146 2,16 4,71 4,74
24 155 2,19 131 2,12 4,64 4,80
25 155 2,19 183 2,26 4,96 4,80
26 160 2,20 127 2,10 4,64 4,86
27 150 2,18 124 2,09 4,56 4,74
28 170 2,23 161 2,21 4,92 4,97
29
30 155 2,19 148 2,17 4,75 4,80
31 122 2,09 123 2,09 4,36 4,35
32 120 2,08 146 2,16 4,50 4,32
33 123 2,09 108 2,03 4,25 4,37
34 125 2,10 128 2,11 4,42 4,40
35 140 2,15 155 2,19 4,70 4,61
36 150 2,18 128 2,11 4,59 4,74
37 150 2,18 107 2,03 4,42 4,74
38 125 2,10 138 2,14 4,49 4,40
39 125 2,10 106 2,03 4,25 4,40
40 150 2,18 155 2,19 4,77 4,74
41 105 2,02 128 2,11 4,26 4,09
86 83,62 178.88 186,90

Keterangan : W = Berat

L = Panjang

a  = Konstanta

b  = Konstanta

BAB V

KESIMPULAN

v  Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) sangat berguna untuk mengetahui kapan ikan itu memijah secara kualitatif.

v  Food and Feeding Habit pada setiap ikan berbeda – beda. Kebiasaan makan pada ikan Lele dapat menentukan ikan lele ke dalam kelompok ikan omnivor yang cenderung carnivor serta pada ikan Belanak merupakan ikan pemakan detritus. Kebiasaan makanan ikan akan mempengaruhi bentuk fisik dari organ tubuh bagian pencernaan ikan tersebut yaitu organ usus.

v  Ikan mas (Cyprinus carpio)merupakan yang dapat digolongkan kedalam ikan pemakan segala (omnivore)

About these ads

Comments on: "Laporan Praktikum Biologi Perairan (Ikan Mas) TKG,Indeks Kematangan Gonad (IKG), Fekuenditas" (2)

  1. boleh tau sumber rumus hubungan panjang berat dari mana?

  2. Selamat malam Bpk.Poberson Naibaho dan Ibu Raisa Ramadhania

    Salam !
    Secara tidak sengaja, saya menemukan BLOG mengenai ikan mas yang baik dan tergolong lengkap.
    Terima kasih atas tulisan Adik mahasiswa ( sekarang semoga sudah menjadi SARJANA ) yang dapat membantu melengkapi informasi kerja saya.

    Nama saya : M. Leo
    Alamat : Pandeglang, Banten

    Email : bakul.melinjo@yahoo.com,

    Saya seorang PETANI IKAN MAS PEMULA, yang sedang membudidayakan IKAN MAS.

    Bersama ini, saya mohon diberikan informasi mengenai detail budidaya sbb :

    * Untuk mencapai BOBOT/EKOR 0,5 KG dibutuhkan waktu berapa lama ?
    * Untuk mencapai BOBOT/EKOR 1 KG dibutuhkan waktu berapa lama ?
    ( dihitung dari penetasan telur )

    - asumsi : pakan mencukupi secara alami dan dibantu dengan dedak halus/pelet,
    sedangkan pemeliharaan dikolam sawah ( dengan debet air cukup ), dan
    kepadatan populasi ikan 500 ekor/750m2.

    Terima kasih atas bantuannya,

    Salam Petani,

    M. Leo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 50 other followers

%d bloggers like this: