#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

Posts tagged ‘perikanan Indonesia’

Referensi Berita Lingkungan: 7 Kapal Penangkap Ikan Hiu Ilegal Beroperasi di Raja Ampat (Segitiga Koral Dunia) Perairan Indonesia

BL : Berita Lingkungan : Referensi Berita Lingkungan: 7 Kapal Penangkap Ikan Hiu Beroperasi di Raja Ampat.

JAKARTA, BL- Tujuh kapal penangkap ikan  hiau ditemukan beroperasi secara illegal di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN)  Waigeo Barat, Taman Nasional  Raja Ampat.
Aktivitas mereka mulai diketahui oleh tim Patroli Kawe pada 28 April 2012. Saat itu, tim Patroli Kawe langsung melakukan penangkapan. 7 Kapal itu terdiri dari  1 kapal ikan berasal dari Buton, 2 kapal ikan dari Sorong. Setelah diperiksa seluruh awaknya berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. (more…)

Sejarah Singkat Kebijakan Perikanan Indonesia dari Masa ke Masa

Kebijakan pertama yang menyangkut perikanan yang sempat diterapkan di Indonesia yaitu pembagian wilayah perairan Indonesia yang berdasarkan  TZMKO dan berlansung sampai tahun 1957. Dimana dalam kebijakan TZMKO tersebut dinyatakan lebar laut Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis pantai pulau Indonesia. Namun demi kepentingan nasional Indonesia maka produk kebijakan dan hukum peninggalan Belanda ini pun diganti. Karena jika hal itu diberlakukan maka akan terjadi perpecahan atau krisis kedaulatan dikarenakan banyaknya pulau di Indonesia dengan jarak antar garis pantai beragam dan menjadi pusat jalur perdagangan dunia. Maka dalam Deklarasi Djuanda yang berintikan apa yang disebut dengan Konsepsi Nusantara, dan kemudian melahirkan UU No.4 prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

 

 

Sejak “Deklarasi Djuanda” atau Pengumuman Pemerintah mengenai Konsepsi Nusantara itu, maka ; (more…)

Impor Ikan dan Industri Perikanan Indonesia 2011 Juga Proyeksi Perikanan 2012

Program industrialisasi perikanan yang dicanangkan pemerintah masih sulit diterapkan. Hal itu karena semangat industrialisasi itu masih mengandalkan impor ikan sebagai jalan pintas untuk memenuhi kekurangan bahan baku. Demikian terungkap dalam “Diskusi Evaluasi 2011 dan Proyeksi 2012: Agenda Kelautan dan Perikanan”, di Jakarta, Rabu (21/12/2011). (more…)

SEJARAH PERIKANAN INDONESIA

Ekonomi Sumberdaya Perikanan

(Sejarah Perikanan Indonesia)

NAMA       : Poberson Naibaho

NPM        : 230110090074

Kelas       : Perikanan B

 


UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2011/2012

(more…)

Identifikasi Jenis-jenis Eksternalitas Perikanan Umum dan Perikanan Tangkap

Ekonomi Sumberdaya Perikanan

(Identifikasi Jenis-jenis Eksternalitas perikanan umum dan perikanan tangkap)

NAMA       : Poberson Naibaho

NPM        : 230110090074

Kelas       : Perikanan B

 


UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2011/2012

(more…)

Pencuri ikan di Indonesia menjual ikannya ke Indonesia ?_?

Pemerintah mengakui ikan-ikan impor yang masuk ternyata berasal dari laut Indonesia sendiri. Ikan impor ini dicuri oleh kapal asing di kawasan perbatasan pada malam hari. Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (23/3/2011)(http://www.detikfinance.com/read/2011/03/23/120452/1599391/4/pemerintah-akui-ikan-impor–dicuri–dari-laut-ri)

(more…)

Resume Acara Seminar Nasional “ Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Petani Tambak dalam Dunia Pembangunan Daerah” dan Rapat Kerja Wilayah II di UNTIRTA 2011

Seminar Nasional

“ Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Petani Tambak dalam Dunia Pembangunan Daerah”


Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani) dan Himpunan Mahasiswa Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Wilayah II dengan tema Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Petani Tambak dalam Bingkai Pembangunan Daerah. Dalam sambutannya Ir. Hary Purwanto (Dinas Kelautan Propinsi Banten) sangat berapresiasi dan mengharapkan lahirnya inovasi-inovasi dibidang perikanan terutama di propinsi Banten, mengingat Banten juga merupakan Daerah kelautan dan pariwisata, diharapkan setelah rapat kerja ini mahasiswa mampu  melahirkan inovasi dalam perkembangan mutakhir dalam teknologi perikanan dimasyarakat, dan Pemerintah Daerah akan selalu bermitra dengan mahasiswa dalam kebersamaan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Seminar dan Rapat Kerja yang dilaksanakan selama dua hari di auditorium Untirta (26-27/2) diikuti oleh delapan utusan dari delapan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di wilayah Jawa Barat dan Banten. Hadir dalam acara pembuka, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten, Dekan Fakultas Pertanian dan civitas mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (~jml) (sumber :http://www.untirta.ac.id)

 


  • Pada tanggal 26 Februari 2011 di UNTIRTA dimulai dengan seminar nasional “Strategi pemberdayaan masyarakat pesisir dan petani tambak dalam dunia pembangunan daerah” dengan 4 orang pembicara sampai sore.
  • Kemudian dilanjutkan Rapat kerja wilayah II  Himapikani. Acara dari jam 4 sore sampai 2 pagi.

Isu Aktual Perikanan di Indonesia :

  • Rendahnya tingkat pendapatan pelaku usaha perikanan (NTN < 100)
  • Terbatasnya armada / kapal berskala besar, moderen dan berdaya jelajah diatas 12 mil
  • Rendahnya produktifitas usaha perikanan karena kurangnya penguasaan teknologi produksi perikanan.
  • Rendahnya kualitas produk perikanan sehingga harga jual rendah
  • Belum adanya komuditas unggulan perikanan yang berskala Nasional
  • Kurangnya komitmen permerintah daerah dalam pengembangan kualitas minapolitan
  • Kurang optimalnya pemanfaatan pulau – pulau kecil untuk pengembangan ekonomi masyarakat pesisir
  • Menurunya sumberdaya perikanan karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan pesisir dan lautan
  • Penanganan sosial-ekonomi nelayan pada saat musim barat

Rencana dan Strategi Dewan Kelautan dan Perikanan BANTEN :

Visi : Terwujudnya Peran Sektor Kelautan dan Perikanan Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Misi :

  • Mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan menjamin terselengaranya pembangunan yang berkelanjutan.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan lainnya
  • Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik sektor kelautan dan perikanan.

Tiga Strategi Pokok Pembangunan Banten (periode 2007 – 2012):

  • Pemberdayaan Masyarakat
  • Perkuatan Struktur Ekonomi Berbasis Agribisnis
  • Revitalisasi Kawasan dan Wilayah

Pendekatan Strategi Pokok Pembangunan Kelautan dan Perikanan :

1. Pengembangan usaha kelautan dan perikanan berdaya saing

2. Memperpendek rantai tata niaga dari produsen ke konsumen

3. Peningkatan keberdayaan sosial ekonomi dan budaya masyarakat kelautan dan perikanan

4. Pembangunan sistem data dan informasi kelautan dan perikanan

5. Perningkatan kualitas SDM nelayan, pembudidaya ikan dan masyarakat kelautan dan perikanan lainnya termasuk aparatur

Perkuatan Struktur Ekonomi Berbasis Agribisnis :

1. Pengembangan ekonomi lokal berbasis kelautan dan perikanan

2. Penataan ulang struktur industri yang berdaya saing dengan prioritas penggunaan bahan baku lokal unggulan

3. Pengembangan kapasitas kelembagaan sosial ekonomi berbasis masyarakat

Revitalitas Kawasan dan Wilayah :

1. Pengembangan wilayah produktif (wilayah pertumbuhan ekonomi tinggi / pesisir dan pulau-pulau kecil)

2. Pengembangan infrastruktur bidang kelautan dan perikanan

3. Meningkatkan fungsi pelabuhan sebagai industri jasa perikanan

Fokus Kegiatan Kementrian Perikanan Kelautan dan Perikanan :

1. Pencapaian Kontrak Produksi Perikanan : untuk penyediaan konsumsi pangan lokal dan ekspor perikanan

2. Pengembangan wilayah Minapolitan : mengintegrasikan prosuksi bahan baku ; pengolahan, dan pemasaran; membentuk karakter/identitas spesifik wilayah; mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih efektif dan efisien, seperti air bersih, listrik, dan penerangan; koordinasi dengan instansi teknis yang terkait akan lebih mudah da pembangunan infrastruktur lebih fokus

Dasar Pemikiran Untuk Mahasiswa Perikanan :

  • Masalah Yang kita hadapi sekarang masih belum kunjung selesai yaitu pencurian – pencurian yang sangat sulit dikontrol dengan alasan karena luasnya perairan Indonesia, Kenapa kelebihan itu jadi kelemahan ?
  • Indonesia ingin menjadi produsen sumber daya perikanan yang terbesar di dunia? Bagaimana caranya? Jika ingin jadi no 1/ terdepan tentu harus ada yang berani repot dan malam malam yang tidak teratur karena belajar.
  • Kita tidak boleh hanya menyesuaikan diri dengan keadaan atau masalah yang kita hadapi tapi harus bisa jadi agen pengubah bukan malah makin menyusahkan/memperburuk.
  • Hasil dari Budidaya sekitar 60 juta sedangkan tangkap 6 juta. Kenapa harus bergantung atau lebih menekankan perikanan tangkap ?
  • Restoking ikan perlu dimajukan
  • Daya dan kualitas perikanan tangkap sudah jauh menurun. Dulu dengan 1000 mata pancing bisa memperoleh 5 ikan tuna tapi sekarang bahkan sudah dibawah 1.
  • Perlunya ada perpustakaan lingkungan pada masyarakat terpencil. Bagaimana menangani habitat/lingkungan yang telah rusak parah.
  • Filosofi : Tancapkan impian jauh dalam hati agar kalian bisa menggapainya bahkan lebih dan tidak boleh lepas dari doa
  • Indonesia tidak boleh hanya mengekspor bahan baku ikan tapi kita harus bisa memprosesnya sehingga bisa mengekspor produk bukan hanya bahan baku  untuk produk.
  • Visi pemerintah dan rakyat memiliki perbedaan karena masing – masing memiliki kepentingan tersendiri.
  • Pemerintah kita belum mengeksplorasi laut sebagai andalan untuk memajukan perekonomian di Indonesia
  • Banyak masyarakat Indonesia yang hidup dari nelayan tapi justri nelayan tidak makmur bahkan dianggap golongan paling miskin.
  • Orang yang tamat sekolah atau kuliah kebanyakan mengincar atau ingin menjadi pegawai negeri. Pemerintah juga kurang menekankan pendidikan untuk menjadi seorang wirausaha.
  • Pendidikan adalah cara yang tepat untuk mengubah daya pikir, begitu juga pola dan gaya hidup. Jadi pendidikan itu harus terbuka dan mencapai semua tataran kelas agar dapat menciptakan dan memperbaiki daya pikir atau gaya hidup.

Selintas Kondisi masyarakat pesisir :

  • Mayoritas nelayan merupakan nelayan tradisional yang belum kondusif untuk kemajuan
  • Armada penangkapan dengan skala kecil dan IPTEK rendah
  • Tingkat pemanfaatan stok ikan antara daerah satu dengan daerah lainnya masih timpang
  • Terjadi kerusakan ekosistem laut. Seperti : hutan bakau, trumbu karang, lamun, dll
  • Banyak ilegal fishing

Selintas kondisi petani tambak :

  • Prasarana pembenihan dan penanganan kesehatan lingkungan belum memadai
  • Terbatasnya IPTEK pada pengembangan budidaya tambak
  • Rendahnya pendidikan pembudidaya (alih teknologi budidaya sulit)
  • Pelaku usaha budidaya meyoritas buruh penggarap bagi hasil dengan pemilik tambak

Keadaan Petani dan Nelayan

Indonesia adalah negara yang luas daratannya apalagi lautnya dan juga memilki pulahan ribu pulau. Hasil survei dan verifikasi terakhir 2011  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diketahui bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 13.000 pulau yang menyebar dari Sabang hingga Merauke. Sebelumnya, data yang sering dijadikan rujukan menyebutkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia memiliki 17.480 pulau. Dari sekian banyaknya pulau itu memang banyak yang belum bernama bahkan mungkin masih ada yang belum ditemukan. Ironis sekali melihat ada orang menganggap pulau – pulau terpencil atau tidak berpenghuni ini tidak berharga, tapi sudah tentu bagi negara lain itu adalah aset yang sangat berharga.

Dari APBD kebanyakan dipakai untuk birokrasi dan untuk peningkatan ekonomi hanya sekitar 5%. Di dunia negara yang sudah menerapkan landreform sudah banyak slaah satunya negara tetangga kita sendiri malaysia dimana memberikan setiap petani lahan sekitar 10 hektar. Kemudian tentu dibantu pemerintah untuk memberi saran/masukan untuk tanaman yang akan ditanam. Lalu kemudian muncul masalah modal, pemerintah juga ternyata memberikan pinjaman modal. Dimana pinjaman ini mulai di cicil dan setelah lunas beralih untuk membeli mobil pengangkut hasil pertanian. Jadi dapat dikatakan hampir semua petani di malaysia memiliki mobil.

Di Banten setelah disurvei ternyata ada ribuan hektar lahan tidur yang sebenarnya dapat diolah. Tapi bila diberikan pada rakyat untuk diiolah, rakyat tidak memiliki modal dan pengetahuan yang cukup seperti masalah di atas. Melihat ini muncul pertanyaan besar, bagaimana petani tradisional menjadi petani profesional yang memiliki lahan yang luas dan pasar yang terjangkau???

Nelayan yang miskin itu umumnya nelayan yang bekerja untuk pemilik modal/ pemilik kapal dan yang memiliki kapal- kapal kecil.

Ada anekdot mengenai pembatasan wilayah laut atau pengkaplingan wilayah laut misalnya antar propinsi satu dengan propinsi lainnya. Laut itu berbeda dengan daratan yang dapat dikapling dan isi laut juga seperti ikan tidak milik hanya sebatas propinsi bahkan negara. Jadi pengkaplingan laut bisa dikatan tidak benar juga karena yang ada itu batas teritorial antar negara bukan antar propinsi. Jadi pengkaplingan laut itu tidak ada walaupun ada kebijakan dari otonom daerah terlihat begitu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: