#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

Posts tagged ‘Teknik Pengolahan Hasil Perikanan’

Sejarah Singkat Kebijakan Perikanan Indonesia dari Masa ke Masa

Kebijakan pertama yang menyangkut perikanan yang sempat diterapkan di Indonesia yaitu pembagian wilayah perairan Indonesia yang berdasarkan  TZMKO dan berlansung sampai tahun 1957. Dimana dalam kebijakan TZMKO tersebut dinyatakan lebar laut Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis pantai pulau Indonesia. Namun demi kepentingan nasional Indonesia maka produk kebijakan dan hukum peninggalan Belanda ini pun diganti. Karena jika hal itu diberlakukan maka akan terjadi perpecahan atau krisis kedaulatan dikarenakan banyaknya pulau di Indonesia dengan jarak antar garis pantai beragam dan menjadi pusat jalur perdagangan dunia. Maka dalam Deklarasi Djuanda yang berintikan apa yang disebut dengan Konsepsi Nusantara, dan kemudian melahirkan UU No.4 prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

 

 

Sejak “Deklarasi Djuanda” atau Pengumuman Pemerintah mengenai Konsepsi Nusantara itu, maka ; (more…)

Formalin Pada Ikan (Ikan berformalin dan tidak berformalin) Ciri – Ciri Ikan Berformalin

Pengertian formalin

Formalin atau formaldehida adalah bahan kimia yang
digunakan sebagai pengawet. Sebenarnya fungsi formalin adalah sebagai
desinfektan namun oleh sebagian orang disalah gunakan untuk mengawetkan ikan
untuk mencegah kerugian. Formalin dapat berguna sebagai desinfektan karena
membunuh sebagian besar bakteri dan jamur (termasuk spora mereka). (more…)

Penanganan Ikan di Kapal (hendling) Alat tangkap, pengawet ikan, perlengkapan handling, prosedur penanganan

Penanganan  Ikan di Kapal (hendling)

1. Jenis Kapal Penangkap Ikan

Kapal penagkap ikan ada beberapa jenis yaitu perahu layar, perahu motor, kapal motor. Dan semua kapal penangkap ikan itu sudah pasti di lengkapi dengan alat tangkap ikan. Jenis kapal berpengaruh terhadap luas / volume, ruang gerak, peralatan dan lamanya beroperasi kapal penangkap tersebut. Kapal motor misalnya peralatannya lebih moderen sehingga alat kapalnya pun cenderung berkualitas baik. (more…)

Latar Belakang Teknik Pengolahan Hasil Perikanan

TPHP (Teknik Pengolahan Hasil Perikanan) dilatar belakangi oleh beberapa hal :

1. Sumberdaya ikan

2. Sifat dan karakteristik

3. Kebutuhan

4. Upaya untuk mengatur kebutuhan

5. Peluang dan ancaman kehidupan

1. sumber daya ikan

- Sumber daya ikan termasuk bahan makanan yang mudah rusak atau busuk (perishable). Bahan pangan dari pertanian juga termasuk dalam bahan pangan yang mudah rusak

- Bahan pangan yang sangat cepat rusak (Highly perishable), ikan termasuk juga dalam kategori ini dan hasi perikanan yang lain

- Beda dengan bahan pangan yang tahan lama seperti tepung, memang akan mengalami pengurangan kualitas tetapi lambat.

Jadi sumber daya perikanan itu sangat kritis sehingga butuh penanganan yang lebih karena bersifat perishable.

2. Sifat dan Karakteristik

- Sumber daya ikan adalah sumber daya yang dapat pulih. Tapi dalam penangkapan ikan kita harus memperhatikan batas pemulihan sumberdaya ikan. Karena pemulihan sumber daya perikanan itu terbatas, jadi bila melampaui batas alaminya maka akan terjadi penyusutan dan punahnya sumberdaya ikan. Hal ini juga berlaku bagi sumber daya lainnya.

- Sumber daya perikanan juga tidak dapat dihasilkan setiap saat karena memiliki musim – musimnya. Tapi kebutuhan konsumen akan sumberdaya perikanan tidak terbatas karena setiap hari dibutuhkan.

Lagi-lagi hal ini membuktikan betapa pentingnya peranan penanganan hasil perikanan seperti pengawetan. Misalnya ada satu jenis ikan yang hanya bisa ditangkap 3 kali setahun jadi butuh penanganan penyimpanan agar dapat dikonsumsi pada jangka waktu yang berkala.

3. Kebutuhan

- Ikan mempunyai protein yang tinggi dan memiliki protein dengan kualitas yang baik dilihat dari kandungan asam amino esensial yang tergolong lengkap. Ikan juga memiliki protein yang mudah dicerna karena daging ikan bersifat lunak dan tidak mengandung tendon. Ditambah lagi Ikan juga memiliki kadar air yang tinggi yang membuat semakin sempurna saja kelebihan ikan.

- Tapi semua kelebihan itu menyebabkan mudahnya tumbuh bakteri pada ikan. Salah satu cara pengawetan ikan adalah denganmengurangi kadar air pada ikan misalnya dengan pengasapan dan pengeringan. Jangan sampai ikan yang akan kita makan sudah dirusak oleh mikroba terlebih dahulu jadi kita harus melakukan tindakan pencegahan dan penanganan untuk itu.

4. Upaya untuk mengatur kebutuhan

Ikan juga dapat menjadi bahan baku berbagai kebutuhan rumah tangga seperti penyedap makanan. Sekarang penyedap makanan seperti sasa dan pecin sudah mulai dialihkan ke arabusi karena penyedap makanan seperti pecin dianggap dapat menyebabkan gondok. Bahan baku untuk membuat arabusi adalah ikan tuna dan cakalang yang tergolong melimpah di Indonesia.

Ikan tuna dan cakalang dari Indonesia dibawa ke Jepang, dan disana kemudian dilakukan pengasapan dan farmentasi yang kemudian dapat menghasilkan arabusi. Dan kemudian arabusi ini dijual kembali ke Indonesia padahal bahan bakunya dari Indonesia. Kenapa Indonesia tidak bisa membuat sendiri? Mungkin ini salah satu yang dapat dilakukan untuk memajukan perikanan di Indonesia agar jangan hanya menjadi penghasil bahan baku bukan produk. Maka bila Indonesia bisa mandiri untuk membuat arabusi sendiri berarti Indonesia sudah bisa bersaing dalam hal produk perikanan. Karena tidak ada yang bisa menghalangi Indonesia karena Indonesia sudah memiliki bahan baku yang melimpah hanya tinggal Kemampuan untuk mengolahnya yang kurang.

5. Peluang dan ancaman ke kedepan

Akuakultur/budidaya sekarang tidak hanya di darat tapi di laut juga sedang diupayakan. Semakin besar upaya peningkatan produksi perikanan ini juga menjadi peluang bagi orang – orang dalam teknologi pengolahan perikanan. Karena sudah tentu produksi perikanan tidak dapat lepas dari penanganan dan pengolahan hasil perikanan

Tapi kenyataannya saat produksi / penangkapan ikan sudah tinggi di sisi lain penanganan dan pengolahan hasil perikanan masih tradisional seperti asinan, bakaran, asapan, dll. Dalam setiap proses dari produksi sampai ke konsumen terdapat resiko-resiko terjadi kerusakan pada ikan. Jadi butuh penanganan ikan agar resiko itu bisa ditekan sekecil mungkin.

Tantangan : Faktor penyebab kemiskinan masyarakat nelayan

1. Produktifitas atau daya tangkap rendah

-  perahu / kapal kecil

- Jangakauan tangkap terbatas

- alat tangkap sederhana

2. Mutu hasil tangkap masih rendah

3. Industri pengolahan hasil perikanan masih sangat kurang

- industri perikanan belum memadai

- tidak mampu menangani hasil tangkap dalam jumlah besar pada musim puncak

4. Tingkat pendidikan nelayan / keluarga masih rendah

Nelayan yang miskin umumnya belum banyak tersentuh teknologi modern, kualitas sumber daya manusia rendah dan tingkat produktivitas hasil tangkapannya juga sangat rendah.Sehingga itu menjadi menghambat alih perkembangan teknologi alat tangkap dan alat perikanan lain  lebih maju.

5. Prasarana di lingkungan nelayang rendah (TPI)

Tidak semua daerah pesisir memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal tersebut membuat para nelayan terpaksa untuk menjual hasil tangkapan mereka kepada tengkulak dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran. Kondisi ini yang selalu mengakibatkan nelayan tidak pernah untung, keterbatasan infrastruktur menjadikan nelayan merugi, tidak seimbangnya antara biaya yang dikeluarkan untuk melaut, dengan keuntungan hasil jual, karena harga dipermainkan oleh pihak tengkulak.

6. Kelembagaan nelayan dan kelembagaan ekonomi belum berfungsi secara optimal

- perbankan

- koperasi

7. Sistem bagi hasil masih timpang

- Upah buruh nelayan seakan belum dipikirkan

- tidak ada peraturan yang mengatur sistem bagi hasil

Kebijakan yang pro nelayan mutlak diperlukan, yakni sebuah kebijakan sosial yang akan mensejahterakan masyarakat dan kehidupan nelayan.

Peran Teknologi Pengolahan Perikanan

- Peningkatan Konsusmsi protein hasil perikanan

- Penigkatan kualitas hidup nelayan dengan menyediakan memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) agar mempermudah nelayan menjual hasil tangkapan mereka dengan keuntungan besar.

- Meningkatkan Industri pengolahan hasil perikanandi sekitar kawasan nelayan seperti pabrik es dan garam.

- Meningkatkan kualitas hasil perikanan tangkap atau budidaya dengan mengawasi pergerakan hasil perikanan dari pemanenan, pengemasan, pengawetan, dan penjualannya sampai ke konsumen. Kesegaran dan kebersihan ikan harus tetap dijaga agar harganya tetap tinggi.

Perlunya Penanganan Hasil Perikanan

Bila kita tidak bisa melakukan penanganan dan pengolahan dengan baik maka dalam proses produksi kita akan mengalami kerugian atau keuntungan yang kecil lah. Bila saat penangkapan dan budidaya kita memperoleh hasil yang melimpah. Tapi ternyata ikan yang ditangkap cepat busuk dan ikan hasil budidaya saat akan dipanen ternyata mati semua karena upwelling.

 

Ikan adalah bahan makanan yang tergolong paling cepat busuk daripada yang lain seperti daging, telur, buah dan sebagainya. Hal itu disebabkan karena ikan memiliki kandungan protein dan mineral yang tinggi, bahkan protein pada ikan dapat dikatakan yang paling tinggi dari semua bahan makanan.

Oleh karena itu penanganan hasil perikanan sangat penting dan sudah tentu sejalan dengan jumlah keuntungan yang akan diperoleh para pengolah atau penjual ikan. Misalnya penjual ikan menjual ikan di pasar dan ikan yang dijualnya hanya dapat bertahan maksimal 2 hari setelah itu busuk, sementara selama 2 hari ikan yang terjual hanya setengahnya. Dari sini sudah jelas terlihat penanganan tidak hanya saat penyimpanan, pengemasan, pengangkutan tapi saat penjualan penanganan terhadap ikan tidak boleh lepas.

Free Image Hosting

.

Tapi walaupun terlihat semua penanganan atau pengawetan itu tujuannya adalah agar bisa mendapatkan keuntungan besar tapi kita tidak bisa juga mengesampingkan faktor kesehatan. Seperti ada penjual ikan yang menggunakan pemutih agar ikannya terlihat menarik dan ada yang menggunakan formalin agar ikan dapat bertahan lama. Seperti yang kita tahu ini sudah pasti salah oleh sebab itu penanganan atau pengawetan ikan sangat perlu dipelajari dan dipahami agar tidak menggunakan cara praktis tapi salah seperti itu.

Saat kita membeli ikan sama seperti yang lain harga yang tinggi tidak menjamin kualitas ikan itu bagus dan segar. Bila orang yang sudah paham penanganan ikan sudah tentu pasti bisa membedakan mana ikan yang betul-betul masih segar dan bukan hanya sekedar terlihat segar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: