#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

Saya ada sedikit pertanyaan untuk anda :
1. Apakah anda menikmati hidup anda ?
2. Apakah anda merasa dapat mengendalikan hidup anda ?
3. Apakah anda merasa pengetahuan dan keterampilan yang anda miliki berguna untuk hidup anda ?
4. Apakah anda menjalani hidup sesuai dengan cita-cita anda dulu?
5. Apakah anda merasa ada jurang penghalang antara harapan dan kenyataan ?

Bila jawaban anda ya, saya ucapkan selamat karena itu tentu hal yang sangat memuaskan anda dalam menjalani hidup. Tapi jika jawaban anda tidak, maka mari kita coba melihat lebih dalam alasannya karena hal ini memang sering terjadi.

Sebagai contoh ada seorang pria yang sudah bekerja 15 tahun sebagai pegawai negri dan sudah berumur 37 tahun. Dia merasa tidak semangat lagi dalam menjalani pekerjaannya, bekerja jadi hanya sekedar bisa menerima gaji.Tidak ada lagi rasa kepuasan dalam bekerja, dan hanya menganggap membuang tenaga itu sebagai hal sia-sia. Dan pria ini sendiri tidak tahu alternatif pekerjaan lain yang bisa memberinya kepuasan dalam bekerja. Dan memang dorongan dari dalam diri untuk mencoba hal-hal baru yang sedikit lebih beresiko pun tidak terlihat. Apakah takut mencoba karena nanti takut akan kegagalan yang bisa membuat anda malu?. Jadi pria ini merasa dalam keadaan statis merasa tidak bahagia dan merasa tidak begitu menderita jadi memilih pasrah menjalani yang sudah terjadi. Dan rasa ketidak puasan itu hanya jadi pengiring hidup yang tidak bisa ditinggalkannya, padahal dia sebentar lagi tidak muda lagi.

Lalu ada lagi seorang playboy yang lagi-lagi baru putus dan ingin mencari wanita lain untuk mengisi kekosongannya. Dia merasa wanita dalam hidupnya itu sangat penting, karena dia tidak suka kesendirian. Dia selalu melirik semua cewek cantik yang di sekitarnya dan sering mengajak mereka kencan agar segera melepas kesendiriannya. Tentu hal ini membuat kita penasaran, sebenarnya wanita impian pria itu yang seperti apa sih?. Tapi saat kita bertanya pada pria itu dia hanya sekedar menjawab mencari yang cocok, dan tidak tahu jelasnya seperti apa kriterianya. Tidak bisa menggambarkan dan meyebutkan apa yang sebenarnya dia butuhkan yang dia tahu hanya maunya yang cocok aja.

Bila kita lihat masalah dua pria tadi itu tidak jauh beda. Mereka sama-sama tidak siap untuk menjalani jalan kehidupan yang ada di depannya. Mau ke mana tujuan jalan itu tidak tahu jelas hanya sekedar mengikuti dan terbawa oleh jalan itu. Dan dapat dikatakan mereka belum siap dalam menjalani hidup mereka, tidak tahu berapa banyak lubang di depan yang sudah menunggu mereka. Bila kita melihat itu tidak perlu heran bila mereka terus dalam keadaan yang jarang bisa merasakan kepuasan hidup. Karena memang mereka masih dalam kondisi yang belum mampu untuk lepas dari itu. Mereka tidak memiliki pengetahuan atau kemampuan yang dapat menolong diri mereka sendiri.

Dan ada lagi contoh lain seperti Angelina Venni Johanna (bpkpenabur.or.id)London (ANTARA News) – Angelina Venni Johanna, siswi SMAK 1 BPK Penabur Jakarta dan Reinardus Surya Pradhitya, dari SMA Kolese Kanisius Jakarta berhasil meraih medali perak pada the “21st International Olympic in Informatics (IOI) ” yang diadakan di kota Plovdiv, Bulgaria, dari 8 hingga 14 Agustus. Sementara itu, Risan, siswa SMAN 1 Tangerang, meraih medali perunggu, ujar Sekretaris Tiga Pensosbud KBRI Sofia, Bulgaria Aditya Timoranto dalam keterangan kepada koresponden Antara London, Minggu. Aditya Timoranto mengatakan Olimpiade informatika internasional untuk tingkat SMA yang diikuti 315 siswa dari 83 negara dan disebut sebagai olimpiade informatika internasional terbesar hingga saat ini.

Melihat itu pasti sebelum olimpiade tidak mungkin bersaing apalagi dalam Olimpiade informatika yang terbesar itu bila belum mempersiapkan diri dengan benar. Angelina dan Risan pasti dilatih dan melatih diri sedemikian rupa, sehingga tidak hanya siap fisik tapi juga mental. Dan dengan usaha kerasnya itu peluang keberhasilannya dapat besar dan mengecilkan resikonya.Bila tidak dibekali dalam latihan dengan benar dan penuh, tidak mungkin dia merasa yakin untuk berusaha sekuat tenaganya dan mencapai tujuannya yaitu kemenangan. Apalagi kompetisi ini kompetisi yang ketat yang sangat membutuhkan mental yang kuat dan persiapan yang matang. Walau mereka tidak bisa mengendalikan atau memastikan hasil akhir, tapi mereka bisa menyiapkan diri sekuat kemampuannya agar tidak ada keraguan atau ucapan yang mengatakan kita tidak siap.

 

Hidup tanpa landasan yang benar sama saja seperti atlet yang tidak mempersiapkan diri untuk Olimpiade yang sudah pasti persaingannya ketat. Mungkin anda pada awal dan sementara ini berhasil, tapi untuk ke depan tidak ada jaminan akan tetap seperti itu. Pasti banyak tantangan baru dan semakin berat. Kehidupan kita ini tidak akan lepas dari proses mencoba, gagal, berhasil, dan nyaris.

Dalam semua hal, sukses tergantung dari persiapan sebelumnya, dan tanpa persiapan semacam itu, kemungkinannya akan gagal. (Confucius)

oleh : Poberson Naibaho

referensi : The Big game – Scott MacMilan

Comments on: "Kata Tidak Siap yang Memenuhi Diri Kita" (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: