#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

Berpikir dan Pengetahuan

Tahukah anda patung yang paling terkenal dari Aguste Rodin, patung itu adalah patung yang terlihat sedang tekun berpikir. Patung itu adalah hasil karya pemahat Auguste Rodin (1840-1917). Sebuah patung yang termasyhur, adalah lambang kemanusiaan kita. Patung itu dibuat sekita akhir abad ke-19 di mana dalam sejarahnya masa itu merupakan ‘puncak’ dari kemajuan berfikir manusia.

Homo sapiens, Manusia yang berpikir. (Aguste Rodin 1840 – 1917)

Karena berpikirlah manusia menjadi manusia, mahluk petualang yang paling unggul.

 

Setiap saat dalam hidupnya, sejak dia lahir sampai meninggal dia tidak pernah berhenti berpikir. Hampir tidak ada masalah dalam kehidupan yang tidak lepas dari jangkaupan pikiran manusia, dari hal yang paling remeh sampai hal yang rumit dan tidak masuk akal. Dari pertanyaan yang menyangkut sarapan pagi sampai persoalan surga neraka setelah meninggal nanti.  Bahkan bila ada orang yang mengatakan sudah malas berpikir atau tidak peduli, dia tetap tidak bisa lepas dari berpikir. Itu sering terjadi saat seseorang sudah tidak mau ambil pusing terhadap suatu masalah, jadi menurutnya lari dari masalah lebih baik. Jadi berpikir itu betul – betul mencirikan hakekat manusia dan karena berpikirlah dia jadi manusia.

 

Berpikir adalah dasar dalam sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti suatu jalan pikir tertentu dimana nanti pada akhir akan berbuah suatu pengetahuan. Obyek yang ada dalam pikiran kita masih berbentuk abstrak dan gerak pikiran ini dalam suatu kegiatan berkerja melalui suatu lambang. Salah satu lambang itu adalah bahasa dimana objek – objek dalam pikiran kita dinyatakan dalam kata – kata.

 

Dalam matematika juga terdapat serangkaian bahasa yang juga memiliki fungsi sama dengan bahasa, tapi tingkat lanjut dari bahasa verbal. Sejak pertama lahir sudah bisa mulai berkata – kata, dan orang tuanya mulai mengajarkan bahasa. Setelah anak itu cukup usia maka mulailah diajarkan berhitung atau bahasa yang menggunakan angka.

 

Hukum Berpikir (the laws of thought) :

Dalam mengembangkan aturan-aturan, metode-metode, dan tehnik-tehnik tentang cara berpikir yang tepat mengacu atau bertolak dari sejumlah asas yang sering disebut hukum berpikir (the laws of Thought). Mencakup :

1. Asas identitas yang dapat dirumuskan A adalah A (A = A); setiap hal adalah apa adanya hal tersebut, setiap hal adalah sama (identik) dengan dirinya sendiri, setiap subjek adalah predikatnya sendiri.
2. Asas kontradiksi yang dapat dirumuskan: A adalah tidak sama dengan bukan A (non-A) atau A adalah bukan non-A; keputusan-keputusan yang saling berkontradiksi tidak dapat dua-duanya benar dan sebaliknya tidak dapat dua-duanya salah.
3. Asas pengecualian kemungkinan ketiga dapat dirumuskan: setiap hal adalah A atau bukan-A; keputusan-keputusan yang saling berkontradiksi tidak dapat dua-duanya salah. Juga keputusan-keputusan tersebut tidak dapat menerima kebenaran dari sebuah keputusan ketiga atau diantara keduanya. Salah satu dari dua keputusan tersebut harus benar dan kebenaran yang satu bersumber pada kesalahan yang lain.
4. Asas alasan yang cukup dapat dirumuskan: tiap kejadian harus mempunyai penjelasan yang memadai tidak berlebihan juga tidak kurang sehingga memberi keyakinan bahwa kejadian tersebut dapat diterima akal sehat.
5. Asas bahwa kesimpulan tidak boleh melampaui daya dukung dari premis-premisnya atau pembuktiannya. Artinya, kesimpulan yg dibuat tidak boleh mengada-ada (menjaga sinkronisasi antara premis dan kesimpulan)

 

Pengetahuan adalah produl hasil dari kegiatan berpikir yang menjadi obor atau lilin peradaban dimana manusia itu dapat menemukan jati dirinya dan menghayati hidup lebih baik lagi.  Pengetahuan yang diperoleh itu kemudian diterapkan untuk membuat dan mengembangkan peralatan atau aplikasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Proses itulah yang membuat dulu pada zaman batu orang menemukan kapak dan sekarang menemukan komputer.

 

Memang buah pemikiran setiap manusia itu berbeda – beda, tapi masalah pokok dalam memperolehnya didasarkan pada 3 masalah pokok yaitu :

– Apa yang ingin diketahui ?

– bagaimana cara memperoleh pengetahuan itu ?

– Dan seberapa besar nilai atau manfaat pengetahuan itu bagi kita ?

Comments on: "Berpikir dan Pengetahuan" (4)

  1. […] menyianyiakan itu semua dengan berbuat dosa dan jauh dari-Nya. Ayat ini membawa kita untuk dapat berpikir dengan jernih dan lebih mengharagai semua tindakan Allah buat kita. Sehingga alangkah sangat […]

  2. […] ini sangat menarik cukup membuat kita berpikir bagaimana menyusun tumpukan balok dan jika ada yg jatuh maka […]

  3. […] aku berkata-kataseperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat […]

  4. […] dilakukan… smngad ya.. ada yg bsa dilakukan selain menahan rasa sakit itu,… mulailah memikirkan ke depan tuk diri sendiri.. oke.. smangad […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: