#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

Karang Bentuk Bercabang (branching),

memiliki cabang lebih panjang daripada diameter yang dimiliki, banyak terdapat di sepanjang tepi terumbu dan bagian atas lereng, terutama yang terlindungi atau setengah terbuka. Bersifat banyak memberikan tempat perlindungan bagi ikan dan invertebrata tertentu. Percabangan atau pilar karang memiliki koloni terdiri dari cabang atau proyeksi memanjang. Contohnya termasuk elkhorn (Acropora palmata), staghorn (Acropora cervicornis), dan karang pilar (Dendrogyra cylindrus). Acroporids sering memiliki tingkat pertumbuhan tercepat (sampai 10 cm / tahun).

Contoh spesies :

ACROPORA CERVICORNIS

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora cervicornis
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni dapat terhampar sampai beberapa meter, Koloni arborescens, tersusun dari cabang-cabang yang silindris. Koralit berb
entuk pipa. Aksial koralit dapat dibedakan.
Warna : Coklat muda.
Kemiripan : A. prolifera, A. formosa.
Distribusi : Perairan Indonesia, Jamaika, dan Kep. Cayman..
Habitat : Lereng karang bagian tengah dan atas, juga perairan lagun yang jernih.

ACROPORA ELEGANTULA

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora elegantula
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni korimbosa seperti semak. Cabang horisontal tipis dan menyebar. Aksial koralitnya jelas.
Warna : Abu-abu dengan warna ujungnya muda.
Kemiripan : A. aculeus, dan A. elseyi.
Distribusi : Perairan Indonesia, Srilanka.
Habitat : Fringing reefs yang dangkal.

ACROPORA ACUMINATA

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora acuminata
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni bercabang. Ujung cabangnya lancip. Koralit mempunyai 2 ukuran.
Warna : Biru muda atau coklat.
Kemiripan : A. hoeksemai, A abrotanoides.
Distribusi : Perairan Indonesia, Solomon, Australia, Papua New Guinea dan Philipina.Habitat : Pada bagian atas atau bawah lereng karang yang jernih atau pun keruh.

ACROPORA MICROPTHALMA

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora micropthalma
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni bisa mencapai 2 meter luasnya dan hanya terdiri dari satu spesies. Radial koralit kecil, berjumlah banyak dan ukurannya sama.
Warna : Abu-abu muda, kadang coklat muda atau krem.
Kemiripan : A. copiosa, A. Parilis, A. Horrida, A. Vaughani, dan A. exquisita.
Distribusi : Perairan Indonesia, Solomon, Australia, Papua New Guinea.Habitat : Reef slope bagian atas, perairan keruh dan lagun berpasir.

ACROPORA MILLEPORA

Family : Acroporidae

Genus : Acropora

Spesies : Acropora millepora

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.

Ciri-ciri : Koloni berupa korimbosa berbentuk bantalan dengan cabang pendek yang seragam. Aksial koralit terpisah. Radial koralit tersusun rapat.

Warna : Umumnya berwarna hijau, orange, merah muda, dan biru.

Kemiripan : Sepintas karang ini mirip dengan A. convexa, A. prostrata, A. aspera dan A. pulchra.

Distribusi : Tersebar dari Perairan Indonesia, Philipina dan Australia.Habitat : Karang ini umumnya banyak hidup di perairan yang dangkal.

ACROPORA ROSARIA

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora rosaria
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : koloni seperti semak, cabang utama mempunyai cabang sekunder, aksial koralit besar dan berbentuk kubah tetapi tidak panjang. Radial koralit seperti kantung dan semua koralit mempunyai dinding tebal.
Warna : Umumnya berwarna krem, coklat, biru dan merah muda.
Kemiripan : Sepintas karang ini mirip dengan A. loripes.
Distribusi : Tersebar dari Perairan Indonesia, Philipina, Papua New Guinea dan Australia.
Habitat : Karang ini umumnya banyak hidup di perairan dangkal.

ACROPORA LATISTELLA

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora latistella
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentuk korimbosa atau bergumpal. Aksial koralit biasanya terpisah. Radial koralit melingkar. Tentakel biasanya setiap hari bertambah panjang.
Warna : Umumnya berwarna krem, keabu-abuan, coklat, hijau dan kuning.
Kemiripan : Sepintas karang ini mirip dengan A. subulata, A. valid, A. nana dan A. dendrum.
Distribusi : Tersebar dari Perairan Indonesia, Philipina, Papua New Guinea dan Australia.Habitat : Karang ini umumnya banyak hidup di perairan dangkal.

ACROPORA TENUIS

Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora tenuis
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : koloni merupakan corymbosa clumps, aksial koralit panjang dan tubular, radial koralit tersusun rapi dan memiliki bibir flaring.
Warna : Umumnya berwarna kuning, krem, hijau dan biru.
Kemiripan : Sepintas karang ini mirip dengan A. vermiculata, A. selago dan A. Pulchra.
Distribusi : Tersebar dari Perairan Indonesia, Philipina, Papua New Guinea dan Australia.
Habitat : Karang ini umumnya banyak hidup di daerah reef slopes dan goba yang dangkal.

Bentuk tidak Bercabang  (non branching)

Secara umum, kebanyakan karang dapat dikategorikan dalam salah satu dari enam kelompok umum: bercabang, gundukan, otak,piring, berdaging dan bunga.

Karang Mound termasuk koloni hemispherical, berbentuk tidak teratur atau encrusting mounding permukaan yang lebih rendah biasanya menempel pada dasar tersebut. Contohnya termasuk karang bintang pegunungan(Montastraea faveolata), karang bintang besar (Siderastrea siderea), karang elips (Dichocoenia stokesii), dan mustard bukit karang (Porites astreoides). 

Bentuk Padat (massive), memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat dari karang bercabang. Karang otak sering berupa gundukan hemispherical, tetapi dicirikan oleh distribusi unik mereka polip yang tumbuh dalam pola berliku untuk memberikan penampilan yang otak seperti.Contohnya termasuk otak beralur (Diploria labyrinthiformis), otak menonjol (Diploria clivosa), dan labirin (Meandrina meandrites).

Bentuk lembaran (foliose), daun, dan karang lembar dan tumbuh dalam piring pipih, seperti piring, atau fashion lembaran tipis. Mereka biasanya memiliki koloni berbentuk cakram tipis dengan corallites berkembang hanya pada satu sisi. Contohnya termasuk karang selada (Agaricia agaricites) dan daun selada karang tipis (Agaricia tenuifolia). 

Karang berdaging termasuk varietas piring dan gundukan tapi dibedakan oleh besar “berdaging” mereka mencari polip. Contohnya termasuk berbagai karang soliter disk dan bunga karang berduri (Mussa spp.). 

Bunga karang memiliki soliter, encrusting atau penggumpalan bentuk pertumbuhan dan sering memiliki polip di tangkai memanjang. Contohnya termasuk bunga karang halus (Eusmilia fastigiata) dan berbagai karang cangkir.

Habitat Karang

Habitat terumbu karang umumnya di pulau-pulau yang memiliki perairan pantai

yang jernih, kadar oksigen tinggi, bebas dari sedimen dan polusi serta bebas

limpasan air tawar yang berlebihan. Lebih dari 95% pulau-pulau Indonesia

dikelilingi oleh terumbu karang.

Penyebaran terumbu karang pada umumnya dapat dijumpai pada perairan yang

dibatasi oleh permukaan yang mempunyai isoterm (200C). Terumbu karang

biasanya berasosiasi dengan pulau-pulau kecil dan sedang. Pulau-pulau yang

lebih besar dan pantai benua kurang menunjang untuk kehidupan karang, karena

tingginya sedimentasi, kekeruhan dan salinitas rendah yang diakibatkan oleh

adanya aliran-aliran sungai ke laut. Pulau-pulau yang jauh dari pantai dan

terpencil menunjang terumbu dengan baik dan meluas. Sebaran terumbu karang

di Indonesia diwakili dengan baik di sepanjang pantai barat Sumatera kepulauan

Indonesia, Kawasan Timur Indonesia dan pantai selatan Jawa.

faktor yang mendukung tumbuhnya terumbu karang :

suhu: temperatur yang paling baik berada pada suhu 23-30 derajat celcius

kedalaman: umumnya tumbuh pada kedalaman 25 m

intensitas cahaya: dengan adanya cahaya yang baik karang dapat tumbuh lebih cepat

salinitas: optimal pada 30-35 permil

kekeruhan: sedimen yang tinggi dapat menyebapkan penutupan pada polip karang sehingga menyebapkan kematian

substrat: karang dapt tumbuh dengan baik jika terdapat tempat menempelnya (substrat keras)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: