#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

Program industrialisasi perikanan yang dicanangkan pemerintah masih sulit diterapkan. Hal itu karena semangat industrialisasi itu masih mengandalkan impor ikan sebagai jalan pintas untuk memenuhi kekurangan bahan baku. Demikian terungkap dalam “Diskusi Evaluasi 2011 dan Proyeksi 2012: Agenda Kelautan dan Perikanan”, di Jakarta, Rabu (21/12/2011).

Pernyataan beberapa tokoh perikanan tentang  industrialisasi perikanan 2011 dan buat kedepannya (2012 dst) :

1. Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik

Mengemukakan, industrialisasi perikanan yang dicanangkan pemerintah sulit terwujud  apabila kekurangan bahan baku diselesaikan dengan jalan pintas impor ikan. Ketergantungan impor juga akan berdampak pada merosotnya kualitas perdagangan.

Tahun 2010, → Neraca perdagangan ikan dan produk perikanan Indonesia mencapai 1,7 miliar dollar AS. Sedangkan,

Januari- Agustus 2011, neraca perdagangan ikan dan produk perikanan sudah mencapai 1,2 miliar dollar AS.

Adapun nilai impor ikan tahun 2010 mencapai 318.803 ton, sedangkan Januari-September 2011 sebesar 210.376,4 ton. Menurut Riza, impor ikan paling besar terjadi pada Oktober-Desember, karena faktor cuaca buruk, sehingga nelayan lokal tidak melaut.

Dari 79 jenis produk perikanan yang diimpor, sebanyak 40 jenis produk dan komoditas perikanan bisa dihasilkan di dalam negeri.

Prediksi kami kalkulasi impor tahun 2012 meningkat 20%, dengan alasan :

  • Instrumen yang ada belum perketat impor, belum ada upaya masif membenahi pangkalan pendaratan ikan (PPI), belum ada peningkatan kapasitas pelabuhan, serta belum ada koreksi perjanjian bilateral dengan negara pengimpor
  • Inpres No. 15/2011 justru melindungi pebisnis guna mengimpor mesin truk bekas yang akan digunakan untuk kapal. Di sisi lain, produksi ikan pada tahun depan akan stagnan tidak mengalami peningkatan.
  • Negara-negara pengimpor yang memiliki produksi perikanan cukup tinggi seperti China dan India telah mengintervensi Indonesia. “Karena itu, peluang impor jadi besar.
  • Harga ikan impor lebih murah dibandingkan dengan ikan lokal, sehingga nelayan tidak bergairah lagi untuk melaut.
  • Peningkatan konsumsi ikan pada tahun depan juga akan mendorong peningkatan impor ikan.

Dampak impor yang semakin besar itu, lanjutnya, akan menurunkan pendapatan negara, menyusutkan kebangkitan industri pengolahan ikan, dan membuat nelayan berpindah jadi pedagang.

2. Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana

menyatakan produksi ikan Indonesia masih didominasi oleh rumput laut sebesar 63%. “KKP [Kementerian Kelautan dan Perikanan] mengklaim produksi [ikan] tinggi, tetapi 63% merupakan rumput laut. Ikan yang diimpor justru yang diproduksi di Indonesia, yang diimpor disini bahan baku ikan asin,”

Sedangkan tahun 2010 Suhana menduga banyak impor ikan ilegal dari China. Alasan :

  • Data ekspor ikan ke Indonesia oleh pihak China pada 2010 sebesar US$170,54 juta, sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hanya mencatat US$83,09 juta. Menuru dia,  ada selisih US$87,45 juta atau 51,28% dari total nilai ekspor ikan China ke Indonesia.
  • Dengan asumsi harga ikan US$2 per kg, maka ada sekitar 43.727 ton ikan impor asal China yang ilegal.

Jenis ikan yang terbanyak diimpor tahun 2011 adalah :

  • Ikan sardin yakni 59.500 ton (33,1 persen) senilai 35,7 juta dollar AS,
  • Ikan mackerel sebanyak 61.600 ton (34,3 ton) atau senilai 47,2 juta dollar AS.

Dua jenis ikan itu untuk kebutuhan bahan baku. Meski impor ikan untuk bahan baku itu tinggi, namun tidak signifikan mendongkrak kapasitas produksi industri pengolahan. Hingga triwulan III 2011, kapasitas terpakai industri pengolahan baru 78,4 persen atau naik dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yakni 70,6 persen.

Kapasitas produksi terpakai industri perikanan Indonesia pada :

  • kuartal I/2010 sebesar 79,14% turun menjadi 68,82% pada periode yang sama.
  • kuartal II/2010 sebesar 66,28%, sedangkan pada periode sama tahun ini 74,39%,
  • kuartal III/2010 sebesar 70,69% dan pada periode yang sama tahun ini 78,43%.

Hal tersebut, katanya, “Muncul indikasi, ikan impor untuk bahan baku yang masuk ke Indonesia merembes ke pasar-pasar lokal”. Menunjukkan ikan impor didistribusikan ke pasar tradisional untuk dikonsumsi langsung oleh masyarakat, bukan untuk bahan baku industri pengolahan ikan.

Sementara itu investasi perikanan di Tanah Air masih didominasi oleh perusahaan asing. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, investasi asing di sektor perikanan selama 3 kuartal 2011 sebesar US$8,3 juta, sedangkan investasi dalam negeri kurang dari Rp1 miliar. Dia menambahkan importasi ikan tidak berbanding lurus dengan peningkatan kapasitas industri pengolahan ikan di Tanah Air.

 

sumber :

Comments on: "Impor Ikan dan Industri Perikanan Indonesia 2011 Juga Proyeksi Perikanan 2012" (5)

  1. lama ga berkunjung kemari, hehe, ada tulisan baru ternyata😀

    kunjungan balik yah.
    ditunggu komentarnya diblogpost saya http://programatujuh.wordpress.com/2012/01/06/resolusi-juara-2012-berkah-dari-kegagalan/
    terima kasih atas komentar dan kunjungannya, semoga ditahun 2012 apapun yang ingin kita capai bisa terwujud. Amin.

  2. ARIS WIDODO said:

    BUNG REZA..DIMANA KORELASI NELAYAN MALAS MELAUT DG IMPOR IKAN LALU MERKA MAU MAKAN APA,.

  3. saya sangat trtarik dengan dunia perikanan, khususnya Indonesia… pengen cari tahu sebanyak2 nya tentang perikanan indonesia dari sejrah, hingga perkembangannya hari ini..

  4. rezha adviana said:

    menanggapi komentar dr bang aris,
    bisa kita cermati dulu mengapa nelayan bisa malas untuk melaut, mungkin lebih tepatnya bukan malas bang tetapi munurunnya gairah atau daya tarik nelayan untuk pergi melaut. ada beberapa faktor/alasan mengapa nelayan tidak melaut :
    1. kondisi alam yang tidak memungkinkan (ombak tinggi, musim barat, dll)
    2. hasil tangkapan yang semakin menurun ditambah dengan jarak penangkapan yang semakin jauh
    3. biaya operasional untuk melaut semakin tinggi
    4. sullitnya mendapatkan modal untuk melaut (ujung”nya tengkulak)
    5. harga ikan impor yang lebih murah dibandingkan ikan lokal

    dari hanya beberapa faktor diatas saja bisa kita liat dimana daya tarik nelayan untuk melaut, sudah mempertaruhkan nyawa buat melaut, modalnya besar, harga jual ikannya kalah bersaing (mau tidak mau apabila harga ikannya tidak lebih murah dari ikan impor ga laku dijual). ini hanya beberapa faktor belum lg faktor” banyak yg lainnya.

    yang saya takutkan untuk kedepannya bang, apakah nelayan-nelayan muda masih ingin pergi melaut?.

  5. Seharusnya Indonesia lebih fokus dalam pembangunan perikanan agar dapat menjadi sumber devisa unggulan dan sumber pangan berkualitas. Rakyat sehat dan cerdas, petani/nelayan sejahtera..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: