#Majulah Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia# Pengetahuan yang kita miliki bukan milik dan untuk kita pribadi # Diharapkan Commentnya ya ^-^ #

Posts tagged ‘Puisi’

TERDIAM SENDIRI

Angin bertiup seakan tidak peduli

menusuk kulit tipis yang telah beku

rintik hujan menari terbawa angin

jatuh ke atas rumput basah

 

Aku disini duduk tertegun

pepohonan yang asik berbisik bisik

melengkapi suara keheningan malam

bulan pun hanya dapat tersenyum

Dalam keheningan

banyak yang telah aku selami

banyak kata telah terucap

antara aku dan aku

Akupun berdiri dan melangkah

melangkah kembali ke duniaku

yang ramai dan menyesakkan

dimana hanya mereka yang bersuara

Tidak jauh beda dengan kesendirian

karena aku tetap tidak dapat bersuara

hanya suara mereka yang terdengar

sampai suaraku sendiripun tak bisa aku dengar.

SENDIRI by Pober

Advertisements

Ketika Aku sudah Tua… Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku

 

Anakku yang ku sayang

Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua

Cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku

Jika melihat  banyak yang makan tercecer dikala aku makan (more…)

Keabadian Cinta

 

“Keabadian Cinta”

Mawar ini adalah sesuatu yang lembut,
begitu sering disakiti.
Dulu yang biru cerah, memudar menjadi abu-abu
seperti langit mendung di hari musim dingin.
(more…)

Goresan ini

 

Senyummu menggores wajahku

Goresan senyuman yang bergetar

Tawamu menggores hatiku

Goresan yang berbekas lembut

 

Berbicara dengan mu

Menumbuhkan bunga musim semi

Melihatmu dari dekat

Ingin  aku mau memetik bunga itu

 

Tapi tenyata kau jauh

Jauh dari jangauan tanganku

Kau begitu tertutup

Kau begitu penyendiri

 

Saat kau tak tampak

Muncul kata tanya berlimpah

Mengapa Bagaimana Apakah

Goresan ini terasa sakit

 


 

by. Pober (23/2/2011)

inspirasi dari kesendirian saat mengiatnya

Pria Perkasa dan Tanahnya

 

Lagi – lagi pagi datang mengawali hari

Mentari bersinar kemerahan penuh kehangatan

Tapi sebelum itu pria tua itu telah berdiri

Menatap bukit dimana mentari akan terbit

 

Pria tua itu kurus dan bungkuk

Tubuhnya mengisyaratkan dia tidak berdaya

Tapi coba kau tatap matanya

Mata yang penuh api semangat perjuangan

 

Perjuangan yang terasa mustahil di mata kita

Mutlak menggerakkan hati kita

Bahkan menyayat hati kita

Tapi itupun bila kau memang punya hati ?

 

Dia berjalan perlahan ke puncak bukit

Walau perlahan tapi penuh keyakinan, teman..

Menggenggam kuat senjata di pundaknya

Senjata untuk melawan kekejian kehidupan

 

Setelah sampai di punca bukit perjuangannya

Terlihat lahan yang luas dan basah

Tanah yang mengandung air pengharapan dan kehidupan

Tempat dia menggali dan menumbuhkan butir emas

 

Emas yang memberi dia sesuap nasi

Tapi memberi kita tenaga dan nafas kehidupan

Kehidupan yangsering membuat kita lupa

Lupa akan orang yang memperjuangkan hidup kita

 

Pria perkasa yang tidak butuh belas kasihmu

Tidak juga butuh omong kosongmu

Apalagi agar kau mencangkul untuknya

Pikirkanlah apa yang dia butuhkan, Teman…


Dia berharap kaubisa ingat ada yang berjuang untukmu, walau sebenarnya dia juga butuh untuk diperjuangkan.

 

by. Pober (21/2/2011)

inspirasi diperoleh saat kuliah statistika

saat aku sulit mendengar dan bicara

tapi sangat ingin menulis haha

Saat Bersamamu

Saat pertama aku berjumpa dengan mu

Sekilas kau tampak cantik lalu hilang dari pikiranku

Seiring waktu berlalu kau tetap terlihat cantik

Dan tetap saja berlalu begitu saja

 

Saat mulai ada waktu kita bersama

Aku melihat setiap tingkah mu

Kadang aku bicara padamu

Aku mulai merasa kita semakin dekat

 

Seiring waktu yang berlalu

Kita semakin sering bersama

Aku mulai senang melihat mu

Dan mulai banyak goresan senyum di wajahku

 

Saat kita bersama aku sering terdiam

Melihat kau begitu ceria

Melihat kau betingkah lucu

Dan aku turut tersenyum dalam hati

 

Kamu terlihat semakin cantik

Dan tak lagi berlalu begitu saja dari pikiranku

Apalagi saat kau tersenyum atau tertawa

Tak tahu kenapa kau terlihat begitu indah

 

Tapi saat kau terlihat terdiam

Apalagi ditambah raut sedih dan murung

Aku mulai turut merasa sedih dan kecewa

Karena aku tak dapat lagi melihat keceriaan itu.

 

Aku berharap seiring waktu yang berlalu

Dan seberapa besarpun kesedihan

Dan kekecewaan yang kamu rasakan

Tetaplah mencoba untuk tersenyum

 

Tak perlu takut atau terdiam saja

Apalagi sampai menangis

Aku masih ada disekitarmu

Dan  semua teman lainnya

 

Kami akan selalu ada untukmu

Asal kamu membuka diri

Dan mau berbagi cerita atas masalah mu

Karena kami teman baikmu

 

Selamat ulang tahun ya

Semoga kamu semakin dewasa

Dan aku berharap kau semakin sering tersenyum

Semoga ultahmu kali ini berkesan ya

^-^

by. Pober (2010)

Hari hampa

aku terbangun tanpa semangat
melangkah ke luar kamar
melangkah ke luar rumah
tidak ada yg ingin dilihat
karena memang tidak ada
hanya dinding pucat dan kaku
lantai yang dingin tanpa alas
aku duduk dan ikut terhipnotis
kemudian aku lihat jam
berada di atas kepalaku dan terus berdetik
tik tok tik tok tik tok
lalu melangkah ke depan jendela berdebu
Langit sudah memerah
dan mulai menjadi hitam
tapi aku tadi baru saja bangun
tapi kini sudah harus menutup mata lg
by. Pober
%d bloggers like this: